Hari ini (Jum’at, 9 September 2022) SMK Negeri Jumo menyelenggarakan acara rutin Kajian Minggu Kedua (KAJIMUDA) yang dilaksanakan di Masjid Setianing Ati SMK Negeri Jumo. Acara pengajian diikuti semua warga sekolah dengan penuh Hikmad. Pada kali ini pemateri diisi oleh Bapak Gus Muhammad Dliyaullami’.

Dalam kajiannya beliau menyampaikan 4 Jenis Bisikan Hati yang perlu dikenali, berikut penjabarannya :

  1. Bisikan dari allah

Ibaratnya firasat dari ibu yang datang dari Allah, misalkan saat makan tergigit lidahnya kemudian teringat kondisi ananknya.

  1. Bisikan dari Malaikat

Tergantung dari kapasitas ilmunnya, jika seorang rajin mengisi dengan ilmu maka bisikan malaikat akan kuat, misalkan bisikan akan melakukan solat.

  1. Bisikan dari syaiton

Karekter bisikan syaiton itu keras, kasar dan jelas menantang syariaat. Misalkan Ketika ada panggilan azan malah tidak bergegas solat, tetapi dalam hati malah menolaknya kemudian bilang “Wah…”

  1. Bisikan dari nafsu

Agak halus tetapi menggiring ke kejelekan. Misalkan pada saat sudah kumandang Azan tidak langsung bergegas, tetapi masih santai-santai, kemudian setelah iqomah dikumandangkan akhirnya tergesa-gesa dan menyebabkan ibadahnya tidak fokus, malah mengingat hal-hal lain pada saat solat.

Hikmah yang dapat diambil dari beberapa jenis bisikan hati diatas adalah sebagai berikut :

  1. Menjadikan Allah sebagai solusi ketika mendapatkan masalah. Misalkan membiasakan diri berbisik kepada Allah sebelum tidur, sehingga besoknya ketika bangun tidur tidak menyisakan residu masalah
  2. Mempersiapkan hati untuk menerima bisikan dari malaikat. Karena ilmu harus diiringi dengan ahlak maka membiasakan membaca doa ketika selesai menuntut ilmu untuk menitipkan ilmu kepada allah, agar ketika membutuhkan ilmu allah ingatkan kembali .
  3. Hati harus ditata harus cenderung kebisikan yang mana, contoh melihat pada sesuatu yang dilarang itu bagaikan anak panah tertancap dan diujungnya ada racun.
  4. Salah satu dagangan iblis adalah Hasud / dengki yaitu rasa benci ketika melihat seseorang memperoleh kenikmatan dan berharap nikmat orang lain itu hilang dan hasad itu akan dijual kepada orang yang berilmu. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga hati.

Dalam kajiannya beliau Juga menyampaiakan terkait Ihsan Ihsan itu adalah ketika beribadah kita seakan akan melihat allah tapi level terendahnya kita yakin bahwa allah melihat kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *