JUMO, [ 14 NOVEMBER 2025 ] – LSP SMK Negeri Jumo kembali menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi pada 10–14 November 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang ditunggu, karena menjadi momen penting bagi siswa untuk membuktikan kemampuan mereka di bidang masing-masing sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
Tahun ini, ada dua skema yang diujikan, yaitu Skema Okupasi Content Creator Junior dan Skema Okupasi Engine Junior Technician. Total 144 peserta mengikuti uji kompetensi untuk skema Content Creator Junior, sedangkan 40 peserta lainnya mengikuti skema Engine Junior Technician.
Selama lima hari pelaksanaan, suasana TUK (Tempat Uji Kompetensi) terasa hidup. Para siswa tampak antusias mempersiapkan berbagai tugas mulai dari pembuatan konten kreatif, pengambilan gambar, editing, hingga perancangan strategi digital. Sementara itu, peserta dari skema teknik mesin bekerja dengan alat dan peralatan bengkel untuk menunjukan kemampuan mereka dalam melakukan perawatan dasar, pemeriksaan mesin, dan troubleshooting.

Pihak LSP SMK Negeri Jumo menjelaskan bahwa uji sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan kompetensi siswa sesuai dengan standar industri, memberikan pengakuan resmi berupa sertifikat kompetensi BNSP, serta membantu lulusan memiliki daya saing lebih tinggi saat melamar kerja ataupun magang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi.
Pelaksanaan uji sertifikasi juga mengacu pada regulasi terbaru BNSP, termasuk Peraturan BNSP Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola dan standar pelaksanaan sertifikasi. Selain itu, kegiatan ini tetap berpedoman pada pedoman teknis sertifikasi kompetensi yang diterbitkan Ditjen Pendidikan Vokasi sebagai dasar penyelenggaraan asesmen di SMK. Dengan mengacu pada regulasi tersebut, proses uji kompetensi diharapkan berjalan transparan, objektif, dan memenuhi standar nasional.
Menurut Salist Nurhayati, selaku ketua LSP mengatakan bahwa antusiasme siswa sangat baik dan kualitas hasil kerja mereka semakin meningkat setiap tahun. Di akhir kegiatan, seluruh hasil asesmen akan direkap untuk menentukan peserta yang dinyatakan kompeten dan berhak mendapatkan sertifikat resmi dari BNSP.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, SMK Negeri Jumo berharap mampu terus melahirkan lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga siap bersaing dan menjawab kebutuhan dunia industri kreatif maupun teknik mesin yang terus berkembang. Jika dibutuhkan, sekolah juga siap melakukan pembinaan lanjutan bagi siswa yang belum memenuhi standar kompetensi.






















